Sabtu, November 8

teknologi jaringan

teknologi......asalnya dari kata technique(cara) dan logos(ilmu). kalo digabungin jadinya..ilmu yang mempelajari tentang cara.

Oy,tanggal 13 oktober 2008 kemarin,aku nyatet materi(maklum...anak rajin..he3x)...about teknologi jaringan berbagai pilihnnya. ada 4 (kalo kurang..maap ya pak dosen..!)
  1. jaringan listrik
artikel ini aku dapet dari "plnstar.co.id"

Jaringan listrik abad 21

Oleh energiportal

Teknologi transmisi dan distribusi jaringan listrik hampir tidak mengalami perubahan selama 100 tahun. Sementara teknologi lain seperti media digital pribadi dan energi yang terdistribusi sudah sangat berkembang, dan perkembangan tersebut gagal diikuti oleh teknologi jaringan listrik.

Pada sisi transmisi, yang menjadi permasalahan adalah cukupkah transmisi yang ada untuk mengalirkan listrik yang bersumber dari energi terbarukan ke dalam jaringan transmisi dan distribusi. Karena banyak sumber energi terbarukan yang terletak di lokasi yang sangat jauh dari pusat beban.

Untuk saat ini, ada beberapa teknologi jaringan listrik yang bisa dipertimbangkan para pengembang jaringan, yaitu HVDC dan kabel berteknologi nano.

High VOltage Direct Current (HVDC), meski bukan merupakan konsep baru, tetapi di Amerika Serikat menjadi perhatian seiring dengan banyaknya energi listrik yang bersumber dari energi terbarukan yang harus dikirimkan kepada beban.

Teknologi lain yang sedang dikembangkan adalah kabel atau kawat yang digunakan untuk jaringan transmisi dan distribusi menggunakan teknologi nano. Dr. Wade Adams dari Richard E. Smalley Institute mengatakan, dalam teori, kabel berteknologi nano bisa mengalirkan arus hingga 100 juta ampere sepanjang ribuan kilometer tanpa banyak kehilangan efisiensinya, dan mempunyai berat hanya seperenam dari kabel jaringan listrik yang banyak digunakan saat ini serta sangat kuat, sehingga mereka tidak memerlukan struktur penyangga. Hanya saja teknologi ini masih 10 hingga 15 tahun dari komersialisasi. Kabel yang digunakan saat ini hanya bisa mengalirkan arus sebesar 2000 ampere sejauh ratusan kilometer, dengan 6% - 8% loses

Sektor distribusi menghadapi masalah yang lain lagi, meteran dan laju beban yang bisa timbul dengan adanya pembangkit-pembangkit listrik energi terbarukan skala kecil. Artinya, dibutuhkan sistem jaringan listrik yang ''cerdas''. Untuk mengatur dan mengendalikan listrik masuk ke dalamnya, peralatan pengatur interaktif, pengawasan jaringan, fasilitas penyimpanan energi dan sistem yang bisa memberikan respon adanya permintaan perlu diterapkan.

Mengupgrade infrastruktur transmisi dan distribusi tidak murah dan tidak bisa dapat dilakukan dalam waktu dekat. Menurut Electric Power Research Institute, think tank energi California, biaya yang diperlukan untuk upgrading jaringan dengan teknologi ''cerdas'' sebesar US$ 100 milyar. Penyedia listrik dan jaringan akan membayar mahal untuk upgrading tersebut, sama halnya dengan para pelanggannya yang akan membayar lebih mahal.

Tetapi, walau bagaimanapun, besarnya biaya yang dibutuhkan untuk upgrade sebanding dengan dampak ekonomi yang akan terjadi jika terjadi kegagalan jaringan listrik. Sebagai contoh, di tahun 2003 sebagian wilayah utara Amerika Serikat mengalami black out dan kerugian yang dialami sekitar US$ 6 milyar hanya untuk beberapa hari.

Last Updated ( Tuesday, 19 August 2008 )
2. ethernet
ini dari wikipedia...

Ethernet merupakan jenis skenario perkabelan dan pemrosesan sinyal untuk data jaringan komputer yang dikembangkan oleh Robert Metcalfe dan David Boggs di Xerox Palo Alto Research Center (PARC) pada tahun 1972.


selayang pandang

Versi awal Xerox Ethernet dikeluarkan pada tahun 1975 dan di desain untuk menyambungkan 100 komputer pada kecepatan 2,94 megabit per detik melalui kabel sepanjang satu kilometer.

Disain tersebut menjadi sedemikian sukses di masa itu sehingga Xerox, Intel dan Digital Equipment Corporation (DEC) mengeluarkan standar Ethernet 10Mbps yang banyak digunakan pada jaringan komputer saat ini. Selain itu, terdepat standar Ethernet dengan kecepatan 100Mbps yang dikenal sebagai Fast Ethernet.

Asal Ethernet bermula dari sebuah pengembangan WAN di University of Hawaii pada akhir tahun 1960 yang dikenal dengan naman "ALOHA". Universitas tersebut memiliki daerah geografis kampus yang luas dan berkeinginan untuk menghubungkan komputer-komputer yang tersebar di kampus tersebut menjadi sebuah jaringan komputer kampus.

Proses standardisasi teknologi Ethernet akhirnya disetujui pada tahun 1985 oleh Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE), dengan sebuah standar yang dikenal dengan Project 802. Standar IEEE selanjutnya diadopsi oleh International Organization for Standardization (ISO), sehingga menjadikannya sebuah standar internasional dan mendunia yang ditujukan untuk membentuk jaringan komputer. Karena kesederhanaan dan keandalannya, Ethernet pun dapat bertahan hingga saat ini, dan bahkan menjadi arsitektur jaringan yang paling banyak digunakan.

Jenis-jenis Ethernet

Jika dilihat dari kecepatannya, Ethernet terbagi menjadi empat jenis, yakni sebagai berikut:

Kecepatan Standar Spesifikasi IEEE Nama
10 Mbit/detik 10Base2, 10Base5, 10BaseF, 10BaseT IEEE 802.3 Ethernet
100 Mbit/detik 100BaseFX, 100BaseT, 100BaseT4, 100BaseTX IEEE 802.3u Fast Ethernet
1000 Mbit/detik 1000BaseCX, 1000BaseLX, 1000BaseSX, 1000BaseT IEEE 802.3z Gigabit Ethernet
10000 Mbit/detik


Cara kerja

Spesifikasi Ethernet mendefinisikan fungsi-fungsi yang terjadi pada lapisan fisik dan lapisan data-link dalam model referensi jaringan tujuh lapis OSI, dan cara pembuatan paket data ke dalam frame sebelum ditransmisikan di atas kabel.

Ethernet merupakan sebuah teknologi jaringan yang menggunakan metode transmisi Baseband yang mengirim sinyalnya secara serial 1 bit pada satu waktu. Ethernet beroperasi dalam modus half-duplex, yang berarti setiap station dapat menerima atau mengirim data tapi tidak dapat melakukan keduanya secara sekaligus. Fast Ethernet serta Gigabit Ethernet dapat bekerja dalam modus full-duplex atau half-duplex.

Ethernet menggunakan metode kontrol akses media Carrier Sense Multiple Access with Collision Detection untuk menentukan station mana yang dapat mentransmisikan data pada waktu tertentu melalui media yang digunakan. Dalam jaringan yang menggunakan teknologi Ethernet, setiap komputer akan "mendengar" terlebih dahulu sebelum "berbicara", artinya mereka akan melihat kondisi jaringan apakah tidak ada komputer lain yang sedang mentransmisikan data. Jika tidak ada komputer yang sedang mentransmisikan data, maka setiap komputer yang mau mengirimkan data dapat mencoba untuk mengambil alih jaringan untuk mentransmisikan sinyal. Sehingga, dapat dikatakan bahwa jaringan yang menggunakan teknologi Ethernet adalah jaringan yang dibuat berdasrkan basis First-Come, First-Served, daripada melimpahkan kontrol sinyal kepada Master Station seperti dalam teknologi jaringan lainnya.

Jika dua station hendak mencoba untuk mentransmisikan data pada waktu yang sama, maka kemungkinan akan terjadi collision (kolisi/tabrakan), yang akan mengakibatkan dua station tersebut menghentikan transmisi data, sebelum akhirnya mencoba untuk mengirimkannya lagi pada interval waktu yang acak (yang diukur dengan satuan milidetik). Semakin banyak station dalam sebuah jaringan Ethernet, akan mengakibatkan jumlah kolisi yang semakin besar pula dan kinerja jaringan pun akan menjadi buruk. Kinerja Ethernet yang seharusnya 10 Mbit/detik, jika dalam jaringan terpasang 100 node, umumnya hanya menghasilkan kinerja yang berkisar antara 40% hingga 55% dari bandwidth yang diharapkan (10 Mbit/detik). Salah satu cara untuk menghadapi masalah ini adalah dengan menggunakan Switch Ethernet untuk melakukan segmentasi terhadap jaringan Ethernet ke dalam beberapa collision domain.

Frame Ethernet

Ethernet mentransmisikan data melalui kabel jaringan dalam bentuk paket-paket data yang disebut dengan Ethernet Frame. Sebuah Ethernet frame memiliki ukuran minimum 64 byte, dan maksimum 1518 byte dengan 18 byte di antaranya digunakan sebagai informasi mengenai alamat sumber, alamat tujuan, protokol jaringan yang digunakan, dan beberapa informasi lainnya yang disimpan dalam header serta trailer (footer). Dengan kata lain, maksimum jumlah data yang dapat ditransmisikan (payload) dalam satu buah frame adalah 1500 byte.

Ethernet menggunakan beberapa metode untuk melakukan enkapsulasi paket data menjadi Ethernet frame, yakni sebagai berikut:

Sayangnya, setiap format frame Ethernet di atas tidak saling cocok/kompatibel satu dengan lainnya, sehingga menyulitkan instalasi jaringan yang bersifat heterogen. Untuk mengatasinya, lakukan konfigurasi terhadap protokol yang digunakan via sistem operasi.

3. Home/PNA

HomePNA

From Wikipedia, the free encyclopedia

Jump to: navigation, search

The HomePNA Alliance (formerly the Home Phoneline Networking Alliance, also known as HPNA) is an incorporated non-profit industry association of companies that develops and standardizes technology for home networking over the existing coax cables and phone wires within the home.

The HomePNA promoter companies that set the course for the organization are AT&T, 2Wire, Freescale, CopperGate, Scientific Atlanta, Conexant, Sunrise Telecom and K-Micro.[citation needed] HomePNA creates industry specifications which it then standardizes under the International Telecommunication Union (ITU), a leading global standards body. HomePNA also promotes the technology, tests, and certifies member products as HomePNA compliant.


overview

HomePNA does not manufacture products although its members do. It develops technology and tests it in periodic "plugfests". Products that pass certification testing are listed on the alliance's member products page as HomePNA certified. The current version of the HomePNA specifications is 3.1.

The basic technology that was adopted by HomePNA was developed by several companies. The original HomePNA 1.0 technology was developed by Tut Systems; HomePNA 2.0 was developed by Epigram; HomePNA 3.0 was developed by Broadcom and Coppergate Communications; and the most recent version, HomePNA 3.1 was developed by Coppergate Communications. [1].

HomePNA 2.0 was approved by the ITU as global standard Recommendations G.9951, G.9952 and G.9953.

HomePNA 3.0 was approved by the ITU as global standard Recommendation G.9954 (02/05)in Feb. 2005.

HomePNA 3.1 was approved by the ITU as global standard Recommendation G.9954 (01/07)in Jan. 2007.

HomePNA 3.1 is the first of a new generation of home networking standards developed for new "entertainment" applications such as IPTV which require consistent high performance over the entire house. This type of technology, which provides advanced features such as guaranteed Quality of Service (QoS), is being used today by major service providers for commercial "triple play" (video, voice and data) service offerings. HomePNA 3.1 uses frequencies above those used for DSL, ISDN, and voice calls over phone wires and below those used for broadcast and direct broadcast satellite (DBS) TV over coax so it can coexist with those services on the same wires.

HomePNA 3.1 was developed to add operation over coax cables to increase the networking capabilities and overcome some limitations of phone jack location.

Requirements

The Requirements for HomePNA 3.1 are:

  1. Standard telephone wire or coax cable (the same coax cable used for digital TV today.
  2. Hardware certified by HomePNA. Certified products can be found at [2]

Advantages

Some advantages of HomePNA 3.1 are:

  • No special or new home wiring is required.
  • Existing services Phone, fax, DSL, Satellite or off-the-air TV viewing are not disrupted since HomePNA operates at different frequencies on the same coax or phone wires.
  • The newest products offer data rates up to 320Mbit/s providing enough capacity to carry many High Definition TV (HDTV) and Standard Definition TV (SDTV) video streams.
  • Guaranteed QoS eliminates the "collisions" on the network that you have with Ethernet. It enables "real time" data streams such as IPTV to be delivered to the destination without interruption.
  • A maximum of 64 devices can be connected.
  • The devices can be up to a thousand feet (300 m) apart on phonewires and multiple thousands of feet apart over coax, more than sufficient for homes.
  • Uses standard Ethernet drivers making it easy to add to any product with an Ethernet port without regard to operating system.
  • The required hardware is not expensive.
  • Straightforward to add other technologies such as 802.11 Wi-Fi to create a hybrid wired/wireless home network
  • Service Providers can deliver phone, Internet and video in a single bundled package through HomePNA Certified hardware.
  • The hotel industry has found HomePNA a highly cost effective option [3].
  • The technology works in Multi-Dwelling Units (MDU) such as apartment buildings for delivering triple play services to apartments or distributing the services within apartments.

Disadvantages

Some disadvantages of HomePNA 3.1 are:

  • Doesn't coexist with DOCSIS
  • Available chipsets are few

Alternatives

Other home network systems which do not require new wiring include:

4. frekuensi radio

kalo ini,dari web-e mas riyan alias agus riyan(to)? he he..aku ambil dikit ya...!


Mengenal dan Memahami Jaringan Wireless

Lompat ke Komentar

Jaringan Wireless LAN atau Jaringan lokal nirkabel atau WLAN adalah suatu jaringan area lokal nirkabel yang menggunakan gelombang radio sebagai media tranmisinya, dan link terakhir yang digunakan adalah nirkabel, untuk memberi sebuah koneksi jaringan ke seluruh pengguna dalam area sekitar. Tulang punggung jaringan biasanya menggunakan kabel, dengan satu atau lebih titik akses jaringan menyambungkan pengguna nirkabel ke jaringan berkabel. LAN nirkabel adalah suatu jaringan nirkabel yang menggunakan frekuensi radio untuk komunikasi antara perangkat komputer dan akhirnya titik akses yang merupakan dasar dari transceiver radio dua arah yang tipikalnya bekerja pada bandwidth 2,4 GHz (802.11b, 802.11g) atau 5 GHz (802.11a). Kebanyakan peralatan mempunyai kualifikasi Wi‐Fi, IEEE 802.11b atau akomodasi IEEE 802.11g dan menawarkan beberapa level keamanan seperti WEP dan atau WPA.
1. Frekuensi
Frekuensi adalah jumlah siklus per detik sebuah arus bolak-balik. Satuan yang digunakan untuk frekuensi adalah Hertz yang disingkat Hz. Satu Hz adalah frekuensi sebuah arus bolak-balik menyelesaikan satu sklus dalam satu detik.

2. Panjang Gelombang
Panjang gelombang adalah jarak antar dua titik identik dalam sebuah siklus. Dalam frekuensi radio, panjang gelombang biasanya dalam meter, centimeter, atau millimeter. Panjang gelombang tergantung pada ketinggian frekuensi. Semakin tinggi frekuensi maka semakin pendek gelombangnya.

3. Tx Power
Tx adalah kepanjangan dari transmit atau pemancar. Semua access point akan memiliki daya pancar tertentu, daya pancar ini menentukan energi yang ada sepanjang lebar bandwidth tertentu. Biasanya diukur dengan satuan – satuan :
• dBm adalah daya relative terhadap satu miliwatt.
• W adalah daya linier sebagai Watts.
4. Sensitivitas Rx
Rx adalah kependekan dari receive atau penerima. Semuan radio mempunyai titik minimal, dimana jika sinyal yang diterima lebih rendah dari titik minimal, maka data yang dikirim tidak dapat diterima. Titik minimal sensitive Rx didefinisikan dalam dBm atau W. Pada sebagian besar radio, sensitivitas Rx didefinisikan sebagai level dari Bit Error Rate (BER) .
5. Penguatan Antena
Pada system radio wireless digunakan antenna untuk mengonversikan gelombang listrik menjadi gelombang elektromagnetik yang akan merambat diudara. Penguatan antenna adalah besarnya penguatan energi yang dapat dilakukan oleh antenna pada saat memancarkan dan menerima sinyal. Penguatan antenna diukur dalam:
• dBi adalah relative terhadap antenna isotropic ( ntenna titik).
• dBd adalah realatif terhadap sebuah antenna dipole.
6. Redaman
Dalam sebuah komunikasi radio ada banyak hal yang memungkinkan terjadinya redaman pada kekuatan sinyal. Beberapa diantaranya adalah kabel, konektor, anti petir, udara maupun berbagai halangan lain seperti pohon, dinding dan lainnya. Semua ini akan menyebabkan turunnya kemampuan sebuah perangkat wireless jika tidak dikonfigurasikan dengan benar.

7. Spread Spectrum
a. Direct Sequence Spread Spectrum (DSSS)
Merupakan salah satu dari pendekatan modulasi spread spectrum untuk pengiriman data digital berkecepatan tinggi melalui radio. Umumnya peralatan IEEE 802.11b menggunakan DSSS untuk memancarkan datanya yang memberikan kecepatan sekitar 11 Mbps.
b. Frequency Hopping Spread Spectrum (FHSS)
Radio FHSS akan memancarkan dan melompat pada frekuensi tertentu berdasarkan sebuah algoritma yang dapat dirandom atau direncanakan. System ini biasanya lebih lambat dari DSSS. Dengan konsekuensi memerlukan bandwidth lebih sedikit, akibatnya kecepatan FHSS lebih rendah dari DSSS.

8. Propagasi di Udara (Free Space)
Pada saat sinyal meninggalkan antenna, sinyal akan berpropagasi atau lepas keudara. Pada frekuensi 2,4 GHz sangat penting menentukan agar jalur antar kedua antenna ini tidak ada penghalang.
9. Line of Light (LOS)
Merupakan suatu hubungan komunikasi dimana antenna pemancar dan antenna penerimanya terletak dalam daerah bebas hambatan. Untuk memperoleh LOS antara antenna pengirim dan penerima sangat penting sekali baik untuk instalasi point to point maupun point to multipoint. Yang perlu diperhatikan dalam instalasi LOS adalah :
• Optical LOS yaitu berhubungan dengan kemampuan untuk masing-masing melihat satu sama lain.
• Radio LOS yaitu berhubungan dengan kemampuan penerima radio untuk melihat sinyal yang dipancarkan oleh pemancar radio.



hmmm....untuk halaman ini,agak melelahkan juga..




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar